Showing posts with label Technology. Show all posts
Showing posts with label Technology. Show all posts

Friday, February 26, 2010

Mungkinkah Manusia Bisa Merayap Di Dinding Bagaikan Spiderman?



Pernah membayangkan diri Anda dianugerahi kelebihan seperti Spiderman, yang dapat merayap di gedung-gedung tinggi? Tentu hal tersebut tampaknya tidak masuk akal, bukan? Apapun sebenarnya bisa terjadi apalagi setelah ilmuan Cornell memperkenalkan kita terhadap alat yang dapat membuat kita merayap di dinding bagaikan Spiderman. Hm, bagaimana bisa ya?!

Alat berukuran kecil tersebut menggunakan teori tekanan permukaan air untuk melakukan serapan (adhesi) dan kemampuan merayap bagaikan seorang pahlawan super. Aplikasi ini nantinya akan dipasang pada sepatu ataupun sarung tangan sehingga nanti orang yang menggunakannya dapat menempel dan merayap di dinding.

Perangkat ini terdiri dari plat dasar bermotif dengan lubang mikroskopis. Bagian bawahnya merupakan wadah penampung air dan bagian tengahnya adalah lapisan berpori. Medan listrik yang diterapkan menggunakan baterai 9 volt yang memompa air melalui perangkat itu dan menyebabkan tetesan air melalui lapisan bagian atasnya. Tegangan pada permukaan tetesan yang terbuka membuat alat ini mencengkram permukaan lainnya.

Untuk menonaktifkan daya adhesi ini, medan listrik hanya dibalik, dan air ditarik kembali melalui pori-pori, melewati dinding pori-pori yang diciptakan antara perangkat dan permukaan lainnya dengan tetesan air.
“Dalam pengalaman kita sehari-hari, kekuatan-kekuatan ini relatif lemah,” kata Paul Steen, profesor teknik kimia dan biomolekuler. “Tapi jika Anda membuatnya dalam volume besar maka Anda dapat mengendalikannya… Anda bisa mendapatkan daya adhesi yang lebih kuat.”

Sejauh ini, perangkat itu hanya berguna pada benda atau makhluk yang berukuran kecil. Sebagai contoh, satu prototipe dibuat dengan sekitar 1.000 lubang berukuran 300 mikron, dan mampu menahan beban sekitar 30 gram saja.

Tapi para peneliti menemukan bahwa saat mereka memperkecil ukuran lubang dan mengemasnya dalam volume yang lebih besar, daya adhesi akan semakin kuat. Mereka memperkirakan bahwa satu perangkat dengan jutaan lubang berukuran 1 mikron dapat menahan beban lebih dari 6.8 kg.

Steen membayangkan masa depan dari prototipe ini pada skala yang lebih besar, setelah mekanisme pompa disempurnakan, dan perekat ikatan dapat dibuat bahkan lebih kuat. Dia juga membayangkan tetesan air akan menutup dengan selaput tipis yang cukup banyak untuk mengendalikan pompa tetapi cukup tebal untuk menghilangkan bekas basahan.

Steen kelihatannya tampak lebih tertarik membayangkan alat yang bisa dijadikan pendukung tindakan kriminal dibandingkan menggunakannya untuk melindungi dunia.
“Bayangkan Anda dapat membuat alat seukuran kartu kredit, lalu menaruhnya di pintu dan dalam sekejap pintu itu akan terbuka sendiri,” papar Steen. “Hal itu menarik untuk dibayangkan.”

Ini Dia Pasangan Robot Taiwan Yang Berpose Romantis

kissingrobots_500x342

Perkembangan dunia robotic semakin bertambah pesat tiap waktu, tidak hanya di Jepang, namun Taiwan sepertinya ingin ikut mengembangkan dunia yang satu itu. Seolah ini merupakan aksi untuk menunjukkan bahwa Taiwan tak ingin kalah saing dengan yang lainnya.

Ini memang bukan eksperimen baru, melainkan sudah dilakukan selama 3 tahun di National Taiwan University of Science and Technology demi mengembangkan teknologi robotic dari segi programming dan pembuatan robot ini. Kegiatan ini didukung oleh Servo Motors untuk dapat membentuk wajah dan mulutnya yang mana dapat mengeluarkan 6 ekspresi yang berbeda. Tim tersebut tak secara keseluruhan menggunakan teknologi otomatis melainkan ada manualnya juga, non-contact 3D face scanning, dan juga 3D face morphing untuk membuat agar robot ini dapat berekspresi lebih halus lagi.

Li-Chieh Cheng, seorang pelajar dari Taiwan Tech Intelligent Robot Lab pada konferensi international Service and Interactive Rototics akhirnya mempertunjukkan aksi dari pasangan robot Thomas dan Janet yang berpose romantis.

“Layanan dari satu robot tentu harganya cukup mahal dan mungkin hanya bisa dipraktekkan di tempat-tempat tertentu saja, misalnya untuk penjualan tiket di bioskop,” kata Cheng. Hmmm, Taiwan saja sudah cukup maju membuat robot, semoga saja ini bisa menginspirasi para pengembang robot di Indonesia.

Para Peneliti Jepang Kembangkan Robot Burung Kolibri Guna Misi Penyelamatan Dan Pengintaian

robohummingbird-07-02-09

Perkembangan dunia robot memang mampu menyita banyak perhatian kita. Memang bagus konsep-konsep robot yang kini diciptakan karena gunanya adalah membantu manusia, meringankan pekerjaan ataupun melakukan suatu pekerjaan yang nyaris tak bisa dilakukan oleh manusia.

Tak terbayangkan bukan kalau sewaktu-waktu terjadi bencana alam seperti gempa di Padang beberapa waktu lalu yang telah menewaskan banyak nyawa dimana banyak juga dari korban yang seharusnya bisa diselamatkan menjadi hilang nyawanya sia-sia karena sulit diketahui keberadaannya di bawah tumpukkan reruntuhan bangunan yang sungguh sulit dilacak apakah masih ada korban bertahan hidup ataupun tidak.

Tentu tugas berat ini mungkin akan lebih mudah dilakukan kalau kita memiliki robot pengintai yang berukuran kecil yang bisa menyelinap di celah-celah bangunan.

Di Jepang kini sedang dikembangkan robot berbentuk burung kolibri yang mana kalau Anda melihat burung ini ukurannya sangat kecil dan beratnya kurang dari 1 ons saja. Burung kolibri memang terkenal sangat kecil dan luwes sehingga bisa berputas-putar, beterbangan ke sana kemari dengan cepat. Beberapa peneliti di Universitas Chiba di dekat Tokyo kini tengah melakukan eksperimen demi membuat robot burung ini yang mana nantinya robot tersebut akan dilengkapi dengan sensor infra merah dan juga kamera.

Kurang lebih hampir 2 juta USD atau setidaknya 20 milyar rupiah telah dihabiskan untuk terus mengembangkan robot ini, diperkirakan pada tahun 2011 nanti, robot ini akan mampu terbang dan mampu menjangkau tempat-tempat berbahaya guna misi penyelamatan pada gedung ataupun untuk digunakan sebagai burung pelacak. Hmmm, semoga saja proyek robot burung ini segera terlaksana dengan baik, setidaknya nanti akan banyak berguna bagi kehidupan manusia tentunya.

Robot Seksi Roxxxy Siap Jadi Teman Kencan Anda!

croppedroxxxy_610x473

Anda tak punya teman dekat wanita? Mungkin pribadi Anda yang agak tertutup atau terlalu malu-malu membuat Anda susah untuk bisa dekat dengan kaum hawa. Tapi rasanya hal tersebut tak akan lagi menjadi masalah kalaupun Anda bisa kencan dengan Roxxxy. Siapakah Roxxxy?

Sebuah instansi Adult Entertainment Expo di Las Vegas kini tengah mengembangkan robot seksi bernama Roxxxy yang siap menemani kesepian para pria dan menjadi sahabat baru yang menyenangkan. Robot ini terbuat dari silikon berwarna dan berpakaian daster seperti boneka karet.

Robot ini sendiri awalnya dikembangkan oleh Douglas Hines. Robot wanita ini pada dasarnya memiliki anatomi seperti seorang wanita sungguhan namun direkayasa untuk berinteraksi dengan pengguna dengan menanggapi percakapan sederhana melalui speaker internal yang sudah ditanamkan di dalamnya. Lalu robot ini akan mampu merespon suara Anda, namun dengan suara hasil rekaman yang sudah ada di memorinya.

Robot ini memiliki dua pilihan kepribadian, apakah ingin memilih si Wendy yang nakal atau si Farrah yang pendiam. Tapi kedua-duanya tampaknya akan menarik hati apalagi setelah Anda mengajaknya berbicara mengenai sepakbola.

Roxxxy sendiri sudah dirancang sebagai salah satu penggemar berat sepak bola sehingga ia bahkan dapat mendiskusikan mengenai Manchester United. Yang lebih lucunya lagi, robot ini kabarnya bisa mendengkur seperti manusia.
Selain itu, ada sedikit keanehan pada warna suaranya, di sini tampak warna suaranya lebih mirip Stephen Hawking, suara laki-laki di film horor tahun 80-an, agak jauh memang dari karakter vokal wanita pada umumnya.

Untuk bisa bekerja sesuai keinginan, Roxxxy telah ditanamkan dengan beberapa sensor di bagian kakinya yang berukuran 5 kaki, 7 inchi, dan tubuhnya sendiri memiliki berat sekitar 54,4 kg. Robot ini mampu merasakan kalau mendapatkan sentuhan.
Untuk bisa menjadikannya teman kencan Anda, kiranya Anda harus siap mengeluarkan dana sekitar 7.000 USD sampai 9.000 USD (sekitar 70 juta sampai 90 juta rupiah), itu sudah termasuk dengan laptop yang bisa menjalankan aplikasi pada robot ini. Si pencipta Roxxxy sendiri percaya bahwa nantinya robot ini akan dapat menjadi sahabat sejati para pria seperti apa yang diceritakan oleh David Levy pada ‘Love and Sex With Robots’.

Castrol Rancang Robot Pesepakbola Untuk Tandingi Kehebatan Ronaldo

Loading ... Loading ...


Menendang si kulit bundar tampaknya bukan lagi monopoli manusia semata. Atas kreativitas yang begitu inovatif dengan balutan kecanggihan teknologi saat ini, baru-baru ini telah hadir sebuah robot yang mampu melakukan tendangan bola menandingi tendangan dasyat dari seorang pemain sepakbola kelas dunia.

Pemain sepakbola sekarang ini pada umumnya memiliki sifat-sifat kemanusiaan yang harfiah yaitu fisik yang cepat terkuras, emosi yang terkadang kurang terkendali dan tampak cengeng. Mengingat kelemahan yang dimiliki manusia itulah, masuk akal saja kalau ada gagasan untuk menggantikan peran manusia dengan peran robot pada suatu hari nanti.

Penyelenggaraan piala sepak bola dunia memang tinggal menghitung bulan saja. Berkaitan dengan itu, telah digelar sebuah pameran robot yang disponsori oleh Castrol beberapa waktu yang lalu.
Adapun maksud diadakannya pameran robot ini adalah untuk mengalahkan tendangan kaki pemain Christiano Ronaldo yang dapat menendang bola dengan kecepatan 130 km per jam. Namun dari apa yang diperagakan, ternyata robot persembahan Castrol ini telah berhasil menendang bola dengan kecepatan melebihi 200 km per jam. Dan ini menandakan tendangan bola robot tersebut lebih dasyat dan dapat menandingi kekuatan tendangan yang dimiliki oleh Christiano Ronaldo. Hmm, tapi kira-kira kalau suatu hari nanti robot bermain bola, apakah akan muncul kerusuhan dari para penontonnya ya?! Semoga saja tidak.

Fujisoft Perkenalkan Si Robot Pintar PALRO Yang Bisa Jadi Teman Bermain Anda



Memiliki teman setia memang bukan perkara mudah. Makanya banyak juga dari kita yang akhirnya memilih untuk memiliki hewan peliharaan seperti kucing atau anjing. Tapi nyatanya terkadang kesibukan kita di luar rumah membuat kita kurang telaten memelihara hewan kesayangan kita tersebut. Nah, kalau Anda ingin punya teman setia di rumah tapi tak punya banyak waktu untuk merawatnya secara rutin, mungkin hewan peliharaan tersebut bisa Anda gantikan dengan robot humanoid PALRO berikut ini.

Negeri sakura Jepang memang paling terdepan kalau sudah menyangkut teknologi robot. Kali ini yang siap unjuk gigi adalah pihak Fujisoft yang mana sudah cukup lama bereksperimen dan akhirnya siap menampilkan robot humanoid PALRO untuk pertama kalinya di depan publik.
Robot PALRO ini tingginya hanya 39 cm saja. Untuk bisa menjalankan intruksi, robot ini sudah ditanamkan dengan seperangkat sistem komputer serta dibundel dengan processor Intel Atom berkecepatan 1.6GHz, memori 1 GB RAM, flash memori 4 GB, kamera 3 Megapixel serta dapat dihubungkan langsung dengan jaringan Wi-Fi 802.11 b/g/n. Selain itu robot ini juga ditenagai oleh baterai lithium ion.
Pada aksi panggung di depan publik untuk pertama kalinya, tanpa malu-malu robot ini memberikan salam serta memperkenalkan dirinya. Robot ini bersuara dengan dialek Jepang seperti layaknya seorang gadis muda Jepang. Dengan perlahan tapi pasti, robot PALRO berjalan di atas panggung dengan kedua tungkainya. Ketika robot ini melihat Anda, ia bahkan mampu mengambil foto Anda pada saat yang sama, lalu mengirimkannya dalam bentuk email. Bagaimana ia melakukannya? Tentu saja bisa karena robot ini terhubung dengan hotspot saat itu.

Jika Anda merasa jenuh, intruksikan saja robot ini untuk menghibur hati Anda dengan menari mengikuti irama musik. Tariannya juga cukup lincah. Atau mungkin Anda ingin robot ini beraksi bagaikan Sumo, maka robot PALRO akan dengan senang hati melakukannya untuk Anda. Jika dalam satu tempat terdapat lebih dari satu robot PALRO, maka robot-robot pintar ini mampu berkomunikasi secara nirkabel. Wah hebat sekali ya robot cerdas ini!

Kabarnya pihak Fujisoft berencana untuk memasarkan robot pintar ini ke masyarakat luas pada bulan Maret 2010 mendatang. Nah jika Anda sangat berminat sekali ingin menjadikan PALRO sebagai teman setia Anda, kiranya Anda harus siap juga memboyong pulang robot ini dengan harga 3.300 USD atau sekitar 33 juta rupiah.

NASA Dan General Motors Ciptakan Robonauts, Asisten Pribadi Para Astronot



Bekerja sebagai astronot di ruang angkasa tidaklah mudah. Lingkungan yang jauh berbeda kadang menyulitkan mereka untuk bisa beradaptasi. Mungkin akan sangat membantu sekali kalau para astronot memiliki asisten yang dapat bekerja keras tapi asisten selain dari manusia yaitu robot.

Para ahli di badan antariksa Amerika, kini tengah bekerjasama dengan para ilmuwan dari General Motors, mengumumkan pengembangan Robonauts, robot penolong yang sangat cocok membantu para astronot yang bekerja di stasiun luar angkasa. Prototipe robot baru ini cocok untuk berbagai tugas berat, yang masih sulit untuk dilakukan oleh manusia. Robot ini dapat menyelesaikan tugas-tugas yang sulit dan rumit di ruang angkasa, seperti memperbaiki teleskop, atau membuat perbaikan di International Space Station (ISS). Mesin-mesin itu dirancang khusus sehingga mereka dapat melaksanakan tugas-tugas yang membutuhkan keterampilan dan kekuatan.

Robonaut 2 adalah versi baru dan lebih baik dari generasi pertamanya. Robot ini dikembangkan oleh NASA dan US Defense Advanced Research Project Agency (DARPA) lebih dari satu dekade yang lalu. Tapi versi terbaru jauh lebih kuat, lebih tepat, dan jauh lebih terampil daripada model sebelumnya. Ron Diftler mengungkapkan bahwa insinyur dari Houston, Texas-based Oceaneering Space Systems juga terlibat dalam pekerjaan ini.

Salah satu hal yang benar-benar menonjol mengenai mesin-mesin baru adalah kenyataan bahwa mereka memiliki empat sendi ibu jari, prototipe yang dulu cuma memiliki tiga jari saja, yang berarti bahwa prototipe baru dapat lebih terampil dan tepat dalam bekerja. “Ibu jari jelas berperan penting, membuat kita menjadi spesies dominan di planet ini. Selain itu lebih fleksibel jika menggunakan sarung tangan di ruang angkasa.” kata ilmuwan NASA. Selain itu, juga dapat mengangkat beban yang melebihi dari 10 kilogram serta bergerak pada kecepatan 4,5 mil per jam.
“Kami memasukkan lebih banyak sensor baik pada lengan dan jaringannya, sehingga jika terjadi kontak dengan astronot secara tak terduga, bisa dihentikan pada saat yang sama,” kata Diftler. Dia menambahkan bahwa hal ini dilakukan dalam rangka untuk membuat robot aman untuk interaksi dengan manusia. Mesin itu juga dilapisi kain lembut, yang tujuan utamanya adalah untuk bantalan dan untuk mencegah rusaknya kostum ruang angkasa. Beberapa misi utama yang R2 akan perlu lakukan adalah untuk dapat mengubah selimut termal pada objek di ruang angkasa dan juga membawa alat-alat di sekitarnya. Pada titik ini, tugas-tugas ini sangat rumit untuk dilakukan para astronot serta menghabiskan waktu yang cukup lama.

Aikon 2, Si Robot Seniman Jago Bikin Sketsa Wajah Manusia

Loading ... Loading ...




Kemampuan menggambar bukanlah kemampuan yang dimiliki semua orang di bumi ini. Kalaupun bisa, mungkin hanya sekedarnya saja. Tapi rasanya kemampuan seperti itu memang terdengar awam karena banyak sekali kita temui orang-orang di sekitar kita yang dapat menggambar dengan baik sebuah objek. Nah, bagaimana yah kiranya kalau ada robot yang bisa menggambar?
Itulah yang dikuasai oleh robot Aikon 2 yang mana robot ini terbilang robot dengan biaya eksperimen seadanya. Rancangannya juga masih cukup sederhana yang mana hanya berupa sensor kamera dan juga lengan robot yang mampu menggambar sesuai dengan objek visual yang diterimanya.
Robot ini mampu mengenali detail wajah manusia dan menuangkannya di atas kertas. Lengan robot tersebut selanjutnya akan dengan lincah menari-nari di atas kertas dan membuat sketsa wajah orang yang berada di depan sensor kamera tersebut.
Robot ini dikembangkan oleh tim riset di Universitas Goldsmiths, London. Robot ini baru pertama kali ditampilkan di muka umum pada acara London Kinetic Art Fair minggu lalu. Memang kelihatannya gambarnya masih belum sempurna, bahkan masih bisa dikatakan robot ini baru bisa menggambar sketsa kasar wajah manusia, namun tentu hal ini cukup menarik sekali untuk terus dikembangkan karena robot ini nantinya diharapkan bisa mengenali bentuk wajah manusia termsuk persepsi visual subjektif terhadap objek manusia, mengambarkan gerak tubuh, aktifitas kognitif serta perlu dilatih lebih lama lagi untuk menghasilkan kreasi gambar wajah yang lebih jelas.
Dalam website resminya menekankan bahwa robot ini ditujukan agar bisa menggambar sesuai dengan gayanya sendiri. Bisa jadi butuh waktu yang lebih lama lagi untuk bisa mengembangkan robot ini ke depannya tapi tentu saja nantinya robot ini akan menjadi robot kelas seniman karena akan lebih digunakan untuk mengerjakan pekerjaan seorang seniman pada umumnya.

Sumber

Thursday, February 25, 2010

Sony Berkolaborasi Dengan Intel Demi Luncurkan PlayStation 4

nintendowii

Ada kabar baru datang dari pihak Sony, dimana kabarnya kini tengah bekerja sama dengan pihak Intel. Keduanya sedang berkolaborasi untuk meluncurkan konsol Nintendo Wii generasi berikutnya. Sony sendiri kini tengah berkutat dalam merancang PlayStation 4.
Ketika dulu pihak Sony meluncurkan PS3, perusahaan tersebut mengemukakan bahwa konsol game tersebut akan berumur sekitar sepuluh tahun. Tampaknya, bagaimanapun, para pengembang tidak keberatan berpikir ke depan dan kini sedang bereksperimen dengan desain terbaru mesin game generasi selanjutnya.
Pihak Sony diduga sedang merancang desain yang didasarkan pada pihak Intel yang nantinya akan meluncurkan processor Larrabee dengan terintegrasi dengan grafisnya, namun saat ini pihak Intel sendiri tengah menunda peluncuran dari processornya. Ini artinya kemungkinan besar processor Larrabee tidak akan bisa berkompetisi dengan processor terbaru dari AMD dan grafis dari NVIDIA. Konon katanya pihak Sony sedang mempertimbangkan rancangan desain yang didasarkan pada CPU multi-core.
Produsen konsol tersebut kini tengah melihat beberapa desain dari arsitektur Cell, yang digunakan dalam PlayStation 3. Arsitektur ini lebih sulit untuk diterapkan dalam implementasi mendatang, yang mungkin telah berkontribusi terhadap PlayStation 3 yang mana telah membuat perusahaan tersebut mengalami kerugian untuk setiap konsol PS3 Slim yang dijual.
Belum jelas kapan kiranya PS4 akan keluar tapi tampaknya pihak Sony sendiri akan lebih berhati-hati dalam mendesain konsol terbarunya itu.